{"id":450,"date":"2016-11-17T10:21:56","date_gmt":"2016-11-17T10:21:56","guid":{"rendered":"https:\/\/dae.ng\/blog\/?p=450"},"modified":"2017-07-18T09:22:11","modified_gmt":"2017-07-18T09:22:11","slug":"belajar-ux-apa-itu-information-architecture","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dae.ng\/blog\/2016\/11\/belajar-ux-apa-itu-information-architecture\/","title":{"rendered":"Belajar UX: Apa itu Information Architecture (IA) 1"},"content":{"rendered":"<h4>Prolog: Kenapa harus IA?<\/h4>\n<p>Saya sengaja memperdalam khazanah pengetahuan saya tentang <strong><em>User Experience<\/em><\/strong> (<strong>UX<\/strong>) maka saya coba dengan belajar juga tentang <em><strong>Information Architecture<\/strong>\u00a0<\/em>atau yang biasa disingkat dengan IA, kenapa? karena sangat beririsan dan saling ketergantungan satu dengan lainnya.<br \/>\nYuk mari mulai \ud83d\ude01\ud83d\ude01<\/p>\n<h4>Apa itu <em>Information Architecture<\/em>?<\/h4>\n<p>Menurut web <a href=\"http:\/\/www.iainstitute.org\/what-is-ia\">iaistitute.org<\/a>,<\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px;\"><span style=\"color: #3366ff;\"><em>Information architecture is the practice of deciding how to arrange the parts of something to be understandable.<\/em><\/span><\/p>\n<p>atau dalam bahasa Indonesia-nya, <em>Information Architecture<\/em> adalah sebuah praktek\u00a0memutuskan bagaimana menyusun bagian-bagian dari sesuatu untuk membuatnya lebih mudah dimengerti. Atau bisa lihat menurut <a href=\"http:\/\/www.uxbooth.com\/articles\/complete-beginners-guide-to-information-architecture\/\">uxbooth.com<\/a><\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px;\"><span style=\"color: #3366ff;\"><em>IA\u00a0is about helping people understand their surroundings and find what they\u2019re looking for, in the real world as well as online.<\/em><\/span><\/p>\n<p>atau dengan kata lain\u00a0<em>IA\u00a0<\/em>membantu orang memahami lingkungan mereka dan menemukan apa yang mereka cari, di dunia nyata maupun online.<\/p>\n<p>Dengan kata lain,\u00a0<em>IA<\/em>\u00a0adalah penciptaan struktur untuk website, aplikasi, atau proyek lainnya, yang memungkinkan kita untuk memahami di mana kita sebagai pengguna, dan mana informasi yang kita\u00a0inginkan adalah dalam kaitannya dengan posisi kita.<\/p>\n<p>Hasil output dari\u00a0IA<em>\u00a0<\/em>dalam penciptaan <em>sitemap<\/em>, hirarki, kategorisasi, navigasi, dan metadata. Ketika seorang <em><strong>Content Strategist<\/strong><\/em>\u00a0mulai memisahkan konten dan membaginya ke dalam kategori, ia melakukan praktek\u00a0<em>Information Architecture<\/em>. Ketika seorang desainer membuat sketsa <em>top level menu<\/em> \u00a0untuk membantu <em>user<\/em>\u00a0mengerti di mana mereka berada di sebuah situs, ia juga berlatih mengimplementasikan\u00a0<em>Information Architecture<\/em>.<\/p>\n<p>sebagai <em><strong>pemanasan<\/strong><\/em>\u00a0dan gambaran awal, mari kita lihat gambar di bawah ini, gambar di bawah ini diperoleh dari <a href=\"http:\/\/userallusion.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2010\/10\/ExplainIA-Poster-e1288327829483.gif\">link ini<\/a><\/p>\n<figure style=\"width: 617px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"\" src=\"http:\/\/assets.uxbooth.com\/uploads\/2015\/12\/ExplainIA-Poster1-1024x791.gif\" alt=\"Poster Information Architecture (IA)\" width=\"617\" height=\"477\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Poster IA<\/figcaption><\/figure>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><em>Information Architecture<\/em>\u00a0(IA) Ada di Sekitar Kita<\/h3>\n<p><em>Information Architecture<\/em> berada di situs yang kita gunakan, aplikasi dan perangkat lunak yang kita unduh, bahan cetak yang kita\u00a0temui, dan bahkan tempat-tempat dimana kita menghabiskan waktu.<\/p>\n<p>IA yang baik membantu orang untuk memahami lingkungan mereka dan menemukan apa yang mereka cari &#8211; di dunia nyata maupun <em>online<\/em>. Berlatih IA\u00a0melibatkan memfasilitasi masyarakat dan organisasi kita\u00a0bekerja dengan mempertimbangkan struktur dan bahasa mereka secara serius.<\/p>\n<h3><strong>IA merupakan dasar bagi UX<\/strong><\/h3>\n<p>Banyak orang ingin tahu bagaimana IA terkait dengan <em>User Experience<\/em>\u00a0(UX) desain. UX desainer berlatih IA sehari-hari; keduanya berhubungan erat. Sederhananya, IA merupakan keterampilan penting dalam UX dan disiplin ilmu lainnya, seperti <strong><em>content strategy<\/em><\/strong>, <strong><em>technical writing<\/em><\/strong>, <strong><em>library science<\/em><\/strong>\u00a0dan <em><strong>Interaction Design<\/strong><\/em> (IxD).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Prolog: Kenapa harus IA? Saya sengaja memperdalam khazanah pengetahuan saya tentang User Experience (UX) maka saya coba dengan belajar juga tentang Information Architecture\u00a0atau yang biasa disingkat dengan IA, kenapa? karena sangat beririsan dan saling ketergantungan satu dengan lainnya. Yuk mari mulai \ud83d\ude01\ud83d\ude01 Apa itu Information Architecture? Menurut web iaistitute.org, Information architecture is the practice of [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":340,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[136,70],"class_list":["post-450","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ux","tag-information-architecture","tag-ux"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dae.ng\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/450","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dae.ng\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dae.ng\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dae.ng\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dae.ng\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=450"}],"version-history":[{"count":13,"href":"https:\/\/dae.ng\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/450\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":485,"href":"https:\/\/dae.ng\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/450\/revisions\/485"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dae.ng\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/340"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dae.ng\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=450"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dae.ng\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=450"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dae.ng\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=450"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}